KEJADIAN DIARE BERDASARKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN DI WILAYAH PUSKESMAS TAMIS DI NUSA TENGGARA TIMUR

Sandu Siyoto

STIKes Surya Mitra Husada Kediri

Permasalahan rendahnya kondisi sanitasi dan pelaksanaan PHBS yang kurang menyebabkan tingginya permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh vektor penyakit khususnya diare. Kondis lingkungan yang buruk sangat berpengaruh terhadap meningkatnya perkembangan vektor diare di lingkungan tersebut dan diperparah oleh perilaku yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian diare di wilayah puskesmas Tamis Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi NTT.

Desain penelitian ini adalah adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua keluarga di wilayah puskesmas Tamis Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi NTT berjumlah 295 rumah, dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, diperoleh sampel sebagian keluarga di Wilayah Puskesmas Tamis Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi NTT berjumlah 170 rumah. Variabel indepen dalam penelitian ini adalah PHBS dan sanitasi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependennya adalah kejadian diare. Instrumen yang dipergunakan adalah kuesioner. Hasilnya dianalisa dengan menggunakan uji regresi logistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori kurang yaitu 91 orang (53,5%), sebagian besar dari responden melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori kurang yaitu 91 orang (53,5%), dan sebagian besar dari responden pernah mengalami diare, yaitu 92 orang (54,1%).Hasil analisa data menunjukkan bahwa untuk variabel PHBS nilai p-value = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare, untuk variabel sanitasi lingkungan rumah (X2) menunjukkan nilai p-value = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian diare.

Permasalahan PHBS mencerminkan perilaku responden dalam pelaksanaan upaya hidup sehat diantaranya adalah kebiasaan cuci tangan yang dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi tangan oleh e-colli, kontaminasi ini mungkin terjadi ketika kondisi sanitasi lingkungan rumah tidak terjaga.

Kata Kunci : PHBS, Diare, Sanitasai Lingkungan Rumah